"Kamu"
![]() |
Mentari menerangi dunia ini sampai cahaya bulan datang yang menerangi
Silih berganti mereka menjalankan perannya tak pernah ada habisnya
Begitu indah pancaran binar dari mereka
Di pagi hari tak hanya pencaran mentari yang membuat dunia ini terlihat lebih sempurna
Namun . . . . .
Tetesan embun dan kicauan burung yang meramaikan dunia ini
Tak bisa membayangkan jika dunia ini tanpa pancaran binar mentari
Begitu pula dengan malam
Tapi . . . aku selalu bersyukur karna malam yang identik dengan "gelap" tak membutakan jalan karena langit yang selalu bermandikan bintang
Kenikmatan itu tak bisa ku hitung
Bisakah kamu menghitungnya ?
Jika bisa panggilah aku untuk membuktikannya bersama mu
Aku tak peduli semalaman membuang waktu melakukan pekerjaan yang tak mungkin akan menghasilkan nominal tetap tapi itu adalah pekerjaan yang membuang waktu yang paling indah
Apapun yang "aku dan kamu" lakukan semua akan indah jika kita melakukan bersama dengan canda tawa yang membuat simpul di bibir kita
Bagaimana dengan kamu ?
Aku tau kamu tak punya cahaya yang berbinar seperti mentari tapi kamu punya "sesuatu" special yang mentari tak punya
Sesuatu special itu adalah "senyum mu"
Binaran mentari membuat banyak keluhan negatif tapi . . . pernahkah kamu mendengar keluhan orang di dunia ini tentang senyum mu?
Wajah mu yang berbinar
Bibir mu yang merona dan
Simpul senyum mu membuatku untuk membuat simpul di wajahku
Aku tak tau virus apa yang membuat aku untuk seperti ini
Aku tak meminta kamu untuk mencarikan obat yang bisa membunuh virus ini
dan Aku akan selalu memberikan simpul senyum terbaik ku untukmu
Mengenalmu itu adalah keajaiban yang tak pernah ku duga
Bertemu dengan mu adalah anugerah untuk ku
Berinteraksi dengan mu adalah jalan untuk menuju suatu tujuan hidup yang mungkin rencana Tuhan yang menciptakan mu di dunia ini
Salahkah jika aku berharap rencana Tuhan itu nyata ?
Jika "iya" , aku akan berkata pada alam dan pada semua yang menempati ruangan di bumi ini "Indah Pada Waktunya"
