Minggu, 29 Desember 2013

Selamat Hari Mama

         Selamat Memperingati Hari Mu Mamah...... 

ketika ku dipeluk malaikat tanpa sayap


Mama ....
Ketika aku terlahir di dunia ini, orang yang pertama kali ku lihat
Mama ....
Saat itu aku tak bisa mengatakan apa-apa selain hanya menangis
Jika saat itu aku sudah bisa berkata, aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu karena kau telah melahirkan ku
Terima kasih telah mengandung ku selama sembilan bulan di perut mu
Perut mu yang memberi ku kehangatan dan kenyamanan. Disanalah tempat ku bermain tiada habis
Kini aku telah terlahir di dunia, karena perjuangan mu yang meperjuangkan ku untuk terlahir di dunia ini
Mungkin ..... kata 'terima kasih' tidak lah cukup untuk mengungkapkan rasa syukur ku
dan mungkin kata 'terima kasih' tiada akan ada habis-habisnya untuk ku ucakan kepadamu
Ketika aku menginjak usia balita, kau ajarkan aku berjalan. Kau terus berusaha mengajariku karena kerja kerasmu kini ku bisa berjalan, menginjak bumi ini bersamamu. Tak hanya itu yang kau ajarkan.
Kau ajarkan aku berbicara, menyebut nama mu, yang kini setiap detik nama mu ku sebut. Yang kini setiap ku membuka mata aku mencari mu. Dan tak hanya itu dan sekarang kau ingin anak mu ini menjadi kebanggaanmu dan kebanggaan negara karena itu kau ajarkan aku menulis dan membaca,mengajarkan kebaikan dalam setiap perbuatan. Karena usaha mu lah sekarang aku bisa bersanding dengan orang orang hebat. Walaupun ku sadari semua ini belum lah cukup membuat mu bahagia. Tapi aku yakin dan percaya masa tua mu tak akan kau habiskan dengan bersedih karena kau telah menyesal meahirkan ku. Akan ku buat masa tua mu tersenyum dan bahagia karena kau telah berhasil menjadikan anak mu ini kebanggaanmu dan juga kebanggaan semua orang yang ada di bumi ini. 

Namun kini... seiring berjalannya waktu anak mu ini telah tumbuh dewasa. 
Ku sadari begitu banyak kata yang terucap yang telah menyakiti hati dan perasaan mu
Begitu banyak perbuatan yang membuat engkau marah kepada ku. Namun kemarahanmu itu adalah wujud dari rasa sayang mu untuk ku.
Walaupun sering ku berbuat salah kepadamu namun engkau tak pernah berhenti merawatku sampai sekarang ini. Ntah aku tak bisa berfikir hati mu terbuat dari apa, sampai hati mu sama seperti malaikat, yang selalu memaafkan ku dan tak pernah putus asa untuk membesarkan ku. Tak ada orang yang seperti mu yang selalu memaafkan ku sebesar apapun kesalahanku. Tak ada orang yang seperti mu yang selalu memberikan apa yang kuinginkan. Begitu banyak pemberianmu untuk ku. Tapi.... aku belum bisa memenuhi keinginan mu. Padahal ingin mu hanya satu, satu permintaan yang sederhana tapi aku belum bisa mewujudkannya untuk mu. Tapi engkau tak pernah merengek kepada ku untuk aku mewujudkan ingin mu. Walau ku sering merengek kepadamu untuk mewujudkan ingin ku. Begitu egoisnya anak mu ini. Tapi engkau tak peduli, engkau tetap sayang kepada ku. Ku berjanji, aku juga akan mewujudkan ingin mu, sebelum mata mu tertutup dan tak melihat dunia ini lagi, aku akan mewujudkan inginmu. Keinginan seorang mama untuk anaknya menjadi anak yang sukses di dunia dan di akhirat dan berguna bagi bangsa dan negara. Tidak ada kesulitan untuk merealisasikan ingin mu jika aku terus meminta ridha mu dan menuruti semua perintah mu. Ku yakin aku akan mudah mewujudkan ingin mu. Pada hari ini, ketika senja sudah digantikan mentari ketika burung malam digantikan kokokan ayam dan ketika awan menjadi terang aku ingin mengucapkan "Selamat Memperingati Hari Mu Mamah" teruslah menjadi mama yang terbaik di dunia ini untuk ku. Dirimu tak akan pernah digantikan dan tergantikan, terus lah menjadi penerang di setiap langkah kehidupan ku. Lihatlah anak mu ini sedang merajut kehidupan demi kehidupan untuk mewujudkan mimpi mu. Engkau adalah wanita tercantik sejagad alam raya ini dari semua wanita yang pernah ku lihat :)


Minggu, 08 Desember 2013

Awal Langkah Ku Untuk Negeri Tercinta

                                                 "Memperingati Hari Anti Korupsi"


        Hari itu, hari yang dinanti-nantikan oleh semua kalangan. Tak hanya kalangan aktivis tetapi juga kalangan  yang menginginkan kemerdekaan hakiki untuk negeri tercinta ini. Pagi itu tak hanya mentari yang menyambut tetapi kicauan burung yang menyemangati. Tepat pada 9 Desemeber adalah hari dimana memperingati "Hari Anti Korupsi". Tak hanya kalangan masyarakat yang turun ke jalan tetapi juga "kami" yang menginginkan perubahan turun menyambut hari esok sebagai hari anti korupsi. Kami yang peduli akan negara ini dan menginginkan negara ini lebih "merdeka" tak hanya sekedar kata-kata tetapi juga dirasakan. Dan dirasakan oleh semua kalangan. Disana tepat pada tanggal 8 Desember 2013 kami tuliskan sebuah catatan sejarah yang terukir di Bunderan HI dan Monumen Nasional (Monas) memberikan edukasi kepada mereka yang sudah 'acuh' kepada negara ini. Aksi kami ini disambut hangat oleh masyarakat. Kami tak hanya memberikan edukasi mengenai korupsi tetapi kami juga memberikan sticker dan juga membuat pohon harapan. Harapan-harapan yang diinginkan oleh bangsa ini akan kami ukir di dedaunan pohon itu. Tidak salah bukan, jika bangsa ini mempunyai harapan untuk negara ini yang lebih baik? Bukan kah harapan dan doa bangsa yang teraniaya ini akan di dengar dan di kabulkan oleh Sang Khalik? Aku percaya akan hal itu, tetapi tidak untuk bangsa di negara ini. Hal unik ketika kami meminta harapan-harapan kepada mereka yang menginginkan perubahan di negeri ini, ada salah seorang masyarakat yang mengatakan "Saya sudah tidak peduli lagi dengan negara ini"....

            Sungguh sangat ironi,pedih,dan tak dapat di bayangkan orang yang memiliki negara ini sudah berkata seperti itu. Apakah kita bisa menyalahkan "dia" yang berbicara itu? Tentu tidak bisa. Lalu? Siapa yang patut untuk disalahkan? Tentunya tak ada yang mau disalahkan, semua merasa suci tak ada yang mau berlumpur kesalahan. Tetapi hati nurani tak bisa untuk di bohongi, dia pasti akan menjawab dengan kejujuran dan rasa yang ia rasakan. Kami hanya bisa tersenyum setelah mendengar ia berkata itu. Memang bukan hal yang mudah untuk memberantas korupsi tetapi jika kita saling bersama,saling merangkul,dan saling mengingatkan pasti akan terasa mudah untuk diatasi. Walaupun kami sadari, tanpa disadari kami pernah melakukan korupsi tetapi jika kita saling mengingatkan bukan kah itu tidak akan terjadi?:)

             Mari jangan bersikap apatis, jangan bersikap acuh,dan tidak peduli dengan bangsa ini. Siapa lagi yang akan melakukan perubahan di negeri ini jika bukan kita? Kita yang akan menggenggam negara ini, mau kah negara ini semakin terpuruk? Jangan hanya menjawab "TIDAK" tetapi kita juga melakukan "ACTION" untuk membuat nyata kata "TIDAK" tersebut ! :) Ukirlah #PrestasiTanpaKorupsi dan buatlah #SenyumOptimis kalau kita bisa menjadikan negara ini lebih baik!