Jumat, 25 Juli 2014

Perasaan di Malam Kelabu

             Malam ini, tepatnya di pusara tanah ini aku berdiri menghadap setetes cahaya yang menerangkan malam ini. Ingatan semua yang telah di lalui oleh sang waktu kembali memutar kembali di dalam benak ku. Benak yang tak hanya di pelara hati ini tetapi juga di dalam ingatan fikiran ku. Aku kembali mengingat semuanya......

             Semua tentang dirinya. 

             Tak sepantasnya aku mengingat masa masa itu. Masa masa dimana kami selalu bersama. Melalui detik,menit,dan hari secara bersama. Kami selalu merengkuh kehidupan bersama walau itu merupakan tuntutan profesi kami. Kami tidak bisa melawan takdir. Kami  ditakdirkan harus bersama, bersama menyelesaikan misi dan visi kami yang telah kami buat setahun kemarin. 

              Aku disini hanya bisa mengingat dan mengingat semua yang telah kami jalani bersama. Bersama yaitu berdua hanya berdua tak ada seorang pun yang dapat mengganggu gugat kebersamaan itu. Apapun yang aku lakukan itu lah yang akan kami lakukan. Tapi...
sekarang kebersamaan kami pudar sudah karna takdir itu telah selesai masanya. Tak akan ada lagi kebersamaan lagi. Tak akan ada yang aku lakukan menjadi kami lakukan. Itu lah yang membuat aku berdiri disini....mengingat semuanya ....mengenang kenangan....menatap yang telah terjadi.....

             Mungkin memang yang dikatakan orang orang di luar sana, bekerja itu membutuhkan profesionalitas yang tinggi bukan meninggikan perasaan dan harapan....
Mari lupakan ..... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar