Ketika seseorang yang datang mendekat ke kita dengan membawa sejuta perhatian,tawa,senyum, disanalah mulai tersingkap rindu. Saat itu juga lah memori indah mulai dibangun dan tersimpan di dalam lubuk hati. Kesenangan dan kebahagian terkadang tidak begitu lama kita rasakan. Itu hanyalah jeda untuk merasakan keindahan perasaan yang mulai terbangun. Ketika perasaan itu telah terbangun, maka jeda itu akan menutup dan membuka pintu pintu kerinduan antara mereka. Bersyukur karna dunia ini begitu melesat dengan tinggi teknologinya. Disana mengabadikan jejak jejak saat pembangunan perasaan itu terjadi. Walau hanya sebuah gambar yang tak bisa berbicara dan berkata namun, tatapan mata, ukiran senyum bisa terlihat bagaimana perasaan yang tumbuh itu telah di bangun.
Waktu begitu singkat sehingga kita harus bangun dari itu semua. Sekarang, semua telah berubah, Sudah tak ada lagi material material untuk membangun perasan itu. Material itu sudah hilang mungkin punah. Semua saksi menjadi bisu dan bungkam. Mungkin mereka bingunng dan bertanya dengan semua ini. Tak ada satupun yang bisa menjawab semua ini. Hanya diam diam dan diam jawabannya. Saat dia (si pemberi) datang melihat dia ( si pembangun) berhadapan, mereka bagaikan orang asing. Tak ada sapaan, senyuman, bagaikan orang yang pertama kali melihat seseorang baru di kehidupannya.
Tahukah kamu?
Mereka berdua adalah dua teman baik yang telah berkawan lebih dari jangka panjang. Mereka selalu bersama, melangkah bersama, bahkan mengerjakan sesuatu bersama. Disaat kebersamaan itu selalu datang dan menghampiri mereka berdua, (mungkin) salah satu dari mereka ada yang membangun perasaan itu. berharap selalu seperti itu. melewati selalu bersama. Ketika waktu terungkap mereka hanyalah teman baik yang selalu dan selalu saling melindungi dan menyayangi. Salahkah jika salah satu dari mereka telah membangun perasaan dari material perhatian dan kasih sayang? mungkin memang tak terungkapkan atau tak terucapkan kalau mereka saling menyayangi. Apakah selalu kasih sayang itu diungkapkan? Bukan kah lebih baik di buktikan dengan perbuatan yang nyata?
Saat action telah terjadi, salah jika salah satu diantara mereka mebangun perasaan itu? mungkin memang tak selamanya pertemanan yang baik itu akan berujung lebih dari sekedar pertemanan baik. Tapi ..... hari ini ...... pertemanan baik itu telah hilang....... mereka sudah tak saling mengenal lagi.
Ntah apa yang telah terjadi.... semua menantikan dan membutuhkan jawaban atas sikapnya saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar